Fakta HIV: Tes HIV

Posted on December 9, 2008


Love You, Love You Not? Who's To Judge?

Membaca sebuah press release yang menyesatkan sungguh membakar emosi. Menyedihkan sungguh jika sebuah lembaga yang bergerak dalam bidang kemanusian khususnya medis, justru melakukan pembodohan masal dengan memberikan fakta yang menyesatkan. Seruan yang mengajak masyarakat untuk melakukan lima point yang tertulis di bawah artikel adalah hal-hal yang justru melanggar hak asasi manusia dan merupakan kejahatan kepada kemanusiaan:

Article 3

Everyone has the right to life, liberty and security of person.

Article 25

  1. Everyone has the right to a standard of living adequate for the health and well-being of himself and of his family, including food, clothing, housing and medical care and necessary social services, and the right to security in the event of unemployment, sickness, disability, widowhood, old age or other lack of livelihood in circumstances beyond his control.

Fakta bahwa “ukuran pori kondom adalah 1/60 mikron (dalam keadaan tidak merenggang) menjadi 1/6 mikron dalam keadaan merenggang. Sedangkan ukuran virus HIV/AIDS adalah 1/250 mikron” seperti tertulis di dalam artikel itu bisa jadi memang benar. Namun tidak dituliskan di sana bahwa, virus HIV yang berukuran lebih kecil daripada lubang pori kondom itu TIDAK DAPAT BERPINDAH TEMPAT TANPA CAIRAN TUBUH, yang dalam hal ini adalah sperma dan cairan vagina. Sperma tidak dapat melalui lubang pori kondom, maka dengan demikian virus HIV tidak dapat berpindah.

Theoretical basis for protection. Condoms can be expected to provide different levels of protection for various sexually transmitted diseases, depending on differences in how the diseases are transmitted. Because condoms block the discharge of semen or protect the male urethra against exposure to vaginal secretions, a greater level of protection is provided for the discharge diseases. A lesser degree of protection is provided for the genital ulcer diseases or HPV because these infections may be transmitted by exposure to areas, e.g., infected skin or mucosal surfaces, that are not covered or protected by the condom.

————————————————————————————

Sulit sekali untuk tidak marah saat membaca artikel itu. Sulit sekali mengekang diri untuk tidak mengobarkan api permusuhan kepada golongan apapun itu namanya. Dan memang sulit untuk berperang melawan sebuah ideologi betapapun ngaco-nya dia. Jika saya menyadari bahwa semua itu ngaco dan terjebak di dalamnya pasti akan lebih ngaco lagi. Saat ini masyarakat lebih membutuhkan informasi dan fakta mengenai HIV/AIDS. Dan lebih penting lagi bagi semua pihak untuk mengetahui peran apa yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran virus penyakit ini, sekecil apapun.

Jadi jika anda: pengguna narkoba, pekerja seksual, aktif secara seksual lebih dengan lebih dari satu partner atau aktif secara seksual dan tidak yakin dengan aktifitas seksual pasangan anda di luar pengetahuan anda, dan atau peduli dengan sejarah kesehatan anda. Lakukanlah tes HIV, sekarang!

Mengapa saya menjabarkan prilaku di atas? Karena hanya dengan mengatakan “jika anda menjalani gaya hidup beresiko” tidak akan memberi informasi bahwa: HIV hanya menular melalui darah dan cairan sperma atau vagina. Virus HIV tidak terdapat dalam air liur dan tidak menular oleh air liur. Air liur dapat menjadi berbahaya jika di dalam liur terdapat darah terjangkit virus HIV.

Kebijakan tes HIV adalah rahasia untuk menjamin privasi.

Tes HIV: Di Indonesia, yang lazim adalah Antibody Blood Test, tes ini mendeteksi hadirnya antibody HIV di dalam darah. Klinik dan rumah sakit mengenal tes ini dengan sebutan screening test. Ada dua jenis screening tes yang biasa digunakan: EIA (enzyme immunoassay) dan ELISA (enzyme-linked immonusorbent assay). Jika dalam darah anda terdeteksi adanya antibodi HIV, maka anda positif terjangkit virus HIV. Anda bisa melakukan tes kedua untuk memastikan yaitu Western Blot. Tes ini juga mendeteksi adanya antibodi HIV, bukan virus HIV.

Antibody Blood Tests

  • Antibody blood tests are used to detect HIV antibodies in the bloodstream. The most common screening tests used today are EIA (enzyme immunoassay) and the ELISA (enzyme-linked immunosorbent assay). A second test, referred to as the Western Blot test, is run to confirm a positive result.
  • When the EIA or ELISA is used in conjunction with the Western Blot confirmation test, the results are more than 99.9% accurate.
  • Results from EIA/ELISA HIV tests are usually available several days to several weeks later.

Sedih, tapi anda masih membutuhkan surat pengantar dari dokter untuk melakukan tes tersebut di Prodia dan laboratorium medis pada umumnya. Saya tidak mengetahui jika ada klinik laboratorium lain yang memperbolehkan anda melakukan tes ini atas permintaan sendiri. Saya pernah melakukan tes di klinik tempat biasa saya berobat, mendapat surat pengantar dari dokter di dalam klinik yang memiliki laboratorium sendiri. Namun tes tersebut tidak dilakukan di dalam laboratorium mereka melainkan dikirim ke laboratorium RSCM dan hasilnya baru saya peroleh sekitar lima sampai tujuh hari kemudian. Biaya tes lengkap satu paket (dengan ketiga jenis tes tersebut di atas) tes penyaring berkisar antara Rp. 250.000 – Rp.300.000 Rp. 180.000 – Rp. 210.000. Beberapa lembaga memberikan akses tes tersebut secara gratis, namun saya belum memiliki informasi mengenai akses kepada tes gratis tersebut.

Jika anda mendapat hasil negatif, saya ikut senang untuk anda. :) Namun anda masih perlu melakukan tes itu selambatnya enam bulan kemudian. Antibodi HIV dapat terdeteksi di dalam darah dalam dua minggu setelah penularan, namun tubuh memerlukan waktu hingga enam bulan untuk sepenuhnya memproduksi antibodi yang dapat terukur.

HIV Test Results

HIV tests can identify HIV antibodies in the blood as early as two weeks after infection, but the body may take up to six months to make a measurable amount of antibodies. The average time is 25 days.

  • A seropositive result on an HIV test means that HIV antibodies are present in your bloodstream and you are HIV positive. The onset of AIDS may take up to 10 or more years. Drug treatments are available that can further delay the development of AIDS.
  • A seronegative result usually indicates that you are not infected with HIV. However, you should be retested in six months if you have engaged in high-risk behavior during the past six months, because it can take this long for your immune system to produce enough antibodies.

Anyone who receives an HIV test should seek counseling before and after the test in order to understand the results, discuss prevention methods, and, if necessary, discuss drug treatment options.

Jika anda terbukti positif, maka ada beberapa hal yang perlu anda lakukan.

1. Hindarkan diri anda dari resiko tertular penyakit lain. Tubuh anda kini tidak memiliki imunitas yang cukup untuk melawan penyakit lain. Penyakit lain dapat membawa anda pada kematian. Mulailah secara serius menjaga kesehatan anda untuk mempertahankan tingkat imunitas anda sebaik mungkin.

2. Hindarkan diri dari kemungkinan menulari orang lain. Jangan berbagi jarum suntik anda dengan orang lain, gunakan kondom saat melakukan hubungan seksual, jangan mendonorkan darah.

3. Dapatkan konsultasi HIV/AIDS segera. Konsultasi ini penting untuk membuat anda mengetahui tes-tes apa yang perlu anda lakukan kemudian, persiapan diri untuk memperoleh pengobatan dan hal-hal lain yang terkait kondisi pribadi anda. Anda dapat pergi ke Pokdisus di RSCM untuk mendapat konsultasi dan pengobatan.

4. Dapatkan dukungan, anda tidak ingin sendiri pada saat seperti ini. Jika anda mendapat penolakan dari lingkungan anda, carilah dukungan itu dari tempat lain. Anda bisa mulai dari saya. (leonniefm[at]zenbe.com)

Artikel ini adalah bagian pertama dari perpanjangan informasi tentang HIV/AIDS yang akan saya teruskan kepada publik Indonesia. Tinggalkan pesan di kolom komentar jika anda memiliki informasi tambahan. Saya bukan seorang dokter atau aktifis apapun, blog ini adalah tempat saya berbagi informasi, nara sumber bisa dilihat pada tautan-tautan yang tersedia.

Baca juga:

Image: Condom Sign
Condom sign on wall outside Jaisalmer Fort, Rajasthan, India

Reblog this post [with Zemanta]
Posted in: Featured